Jakarta, 7 Juni 2026 – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengalami penurunan posisi di klasemen sementara Moto3 2026 setelah seri Hungaria. Pembalap Honda Team Asia tersebut kini berada di peringkat keenam klasemen pembalap setelah gagal meraih hasil maksimal di Sirkuit Balaton Park. Meski demikian, Veda masih tetap menjadi salah satu rookie terbaik musim ini dan terus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dalam musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3.
Sepanjang musim 2026, Veda tampil cukup konsisten dan beberapa kali berhasil finis di zona poin. Salah satu pencapaian terbaiknya terjadi pada GP Brasil ketika ia mencetak podium dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih podium di ajang Grand Prix dunia. Hasil-hasil positif tersebut sempat mengangkat posisinya ke jajaran lima besar klasemen. Namun persaingan ketat di Moto3 membuat perubahan posisi klasemen terjadi sangat cepat dari satu seri ke seri berikutnya.
Sejumlah rival seperti Máximo Quiles, Adrián Fernández, dan beberapa pembalap KTM lainnya berhasil mengumpulkan poin lebih banyak dalam beberapa seri terakhir. Hal itu membuat Veda harus turun satu tingkat ke posisi keenam setelah putaran Hungaria. Meski begitu, jarak poin di papan atas masih relatif terbuka sehingga peluang untuk kembali naik ke lima besar bahkan bersaing di posisi lebih tinggi masih sangat memungkinkan.
Bagi Honda Team Asia, performa Veda tetap menjadi salah satu sorotan positif musim ini. Sebagai pendatang baru, ia mampu beradaptasi dengan cepat terhadap level kompetisi dunia dan beberapa kali bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman. Konsistensi meraih poin menjadi target utama tim untuk menjaga peluang dalam perebutan klasemen pembalap maupun tim hingga akhir musim.
Dengan masih banyak seri tersisa pada Moto3 2026, perjalanan Veda Ega Pratama masih sangat panjang. Jika mampu kembali tampil kompetitif pada putaran berikutnya, pembalap asal Gunungkidul tersebut berpeluang merebut kembali posisi lima besar klasemen dan melanjutkan catatan sejarahnya sebagai salah satu pembalap Indonesia tersukses di ajang Grand Prix dunia.






