Jakarta, 18 September 2026 – Produsen perlengkapan taktikal Indonesia, PT Molay Satrya Indonesia, membuka peluang memperluas pasar ke Timur Tengah setelah produknya menarik perhatian Jordanian Armed Forces (JAF). Delegasi militer Yordania melakukan kunjungan ke kantor perusahaan di Jakarta Selatan sebagai bagian dari penjajakan kerja sama. Sejumlah produk Molay mendapatkan perhatian karena dinilai dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional militer Yordania. Produk yang dibahas antara lain sepatu boots, kain loreng, topi, dan battle guard. Pihak JAF bahkan meminta sejumlah sampel sebagai tahap awal untuk melakukan penilaian lebih lanjut. Ketertarikan tersebut menjadi peluang bagi produk industri pertahanan Indonesia untuk memperluas jangkauan ekspornya.
President Director PT Molay Satrya Indonesia Arie Setya Yudha menilai penjajakan dengan JAF menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan kemampuan industri perlengkapan taktikal nasional. Molay selama ini telah mengembangkan berbagai produk untuk mendukung kebutuhan TNI dan Polri. Salah satu produk yang diperkenalkan adalah tactical boots yang telah digunakan untuk mendukung kebutuhan personel di Indonesia selama beberapa tahun. Selain itu, perusahaan memproduksi Battle Dress Uniform dan berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Molay juga membuka kemungkinan melakukan pengembangan produk bersama pengguna. Pendekatan tersebut memungkinkan spesifikasi produk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan.
Delegasi Yordania dipimpin Brigadir Jenderal Mohammad Almahaireh yang menjabat Director of Logistic Supply JAF. Sejumlah pejabat logistik dan personel senior Angkatan Bersenjata Yordania turut mengikuti kunjungan tersebut. Mereka melihat kemampuan Molay dalam mengembangkan perlengkapan yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pengguna. Faktor tersebut penting karena karakter medan dan iklim Yordania berbeda dengan Indonesia. Perlengkapan untuk wilayah Timur Tengah membutuhkan pemilihan material, desain, kenyamanan dan daya tahan yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Molay menyatakan siap melakukan penyesuaian apabila penjajakan berkembang menjadi kerja sama komersial.
Peluang masuk ke Yordania juga muncul ketika hubungan pertahanan Indonesia dan Yordania semakin berkembang. Kedua negara sebelumnya telah memperkuat kerja sama melalui berbagai kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas personel. Kondisi tersebut membuka ruang bagi industri pertahanan Indonesia untuk memperkenalkan produk kepada institusi militer Yordania. Pasar pertahanan negara tersebut memiliki kebutuhan terhadap perlengkapan taktikal, dukungan logistik, kendaraan hingga berbagai teknologi keamanan. Namun, persaingan di pasar Yordania cukup ketat karena banyak pemasok internasional telah memiliki posisi kuat. Karena itu, kemampuan menawarkan produk yang dapat disesuaikan menjadi salah satu modal Molay untuk bersaing.
Molay sendiri berkembang dari usaha perlengkapan taktikal yang dirintis Arie sejak 2009. Perusahaan kemudian memperluas produk dari kebutuhan komunitas menjadi perlengkapan yang digunakan institusi militer dan kepolisian. Pengembangan desain dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan personel di lapangan, mulai dari pakaian hingga berbagai perlengkapan pendukung. Pengalaman tersebut menjadi bekal perusahaan untuk menawarkan produk kepada calon pengguna internasional. Ekspansi ke Yordania juga dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan produk Molay ke negara Timur Tengah lainnya. Kawasan tersebut memiliki kebutuhan besar terhadap perlengkapan yang mampu digunakan dalam kondisi medan dan temperatur yang menantang.
Permintaan sampel dari JAF masih menjadi tahap awal sehingga belum dapat diartikan sebagai kontrak pembelian. Produk yang dikirim perlu melalui penilaian untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar dan kebutuhan Angkatan Bersenjata Yordania. Apabila hasil evaluasi memenuhi persyaratan, pembicaraan dapat berkembang menuju kerja sama yang lebih konkret. Bagi Molay, peluang tersebut dapat menjadi langkah penting dalam memperluas pasar produk taktikal buatan Indonesia. Keberhasilan menembus Yordania juga berpotensi meningkatkan kepercayaan calon pengguna dari negara lain di kawasan Timur Tengah. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil pengujian produk serta kesepakatan antara perusahaan dan pihak JAF.








