Madrid, 20 September 2026 – Atletico Madrid berhasil mengamankan tiga poin setelah menaklukkan Real Madrid 2-1 dalam Derby Madrid pada pekan ketujuh La Liga 2026/2027 di Riyadh Air Metropolitano, Minggu (20/9/2026). Alejandro Grimaldo membuka keunggulan Atletico melalui penalti pada menit ke-53 sebelum Jonathan David menggandakannya enam menit kemudian. Real Madrid yang bermain dengan 10 orang sempat memperkecil ketertinggalan lewat Antonio Rudiger pada menit ke-89. Los Blancos kemudian meningkatkan tekanan pada menit-menit terakhir untuk memburu gol penyeimbang. Namun, Atletico mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Atletico Madrid vs Real Madrid
Stadion Riyadh Air Metropolitano • Madrid

Atletico Madrid
2
Penuh waktu
Kemarin
1

Real Madrid
Give feedback
Pertandingan berlangsung ketat sejak babak pertama dengan kedua tim kesulitan mendapatkan peluang bersih. Real Madrid menurunkan Kylian Mbappe sebagai ujung tombak dengan dukungan Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Arda Guler. Atletico mengandalkan Jonathan David di lini depan dengan Lee Kang-in dan Alex Baena bergerak di belakangnya. Intensitas pertandingan meningkat menjelang turun minum ketika sejumlah duel keras terjadi di lapangan. Meski demikian, tidak ada gol yang tercipta sehingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Situasi pertandingan berubah drastis pada awal babak kedua ketika Dean Huijsen melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih dan awalnya memberikan kartu kuning kepada bek Real Madrid tersebut. Setelah meninjau insiden melalui VAR, hukuman Huijsen kemudian diubah menjadi kartu merah langsung sehingga Los Blancos harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Grimaldo yang maju sebagai eksekutor mampu menaklukkan Thibaut Courtois pada menit ke-53. Atletico pun memimpin 1-0 sekaligus mendapatkan keuntungan jumlah pemain.
Atletico tidak membutuhkan waktu lama untuk memanfaatkan situasi tersebut. Pada menit ke-59, Giuliano Simeone mengirimkan umpan mendatar ke area berbahaya yang diselesaikan Jonathan David untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Real Madrid langsung melakukan sejumlah perubahan untuk menjaga peluang mengejar ketertinggalan. Vinicius Junior dan Arda Guler ditarik keluar, sementara Yan Diomande serta Antonio Rudiger masuk memberikan tenaga baru. Meski bermain dengan 10 orang, Real Madrid tetap mencoba meningkatkan tekanan ke pertahanan tuan rumah.
Atletico sebenarnya mempunyai kesempatan untuk semakin menjauh setelah unggul dua gol. Julian Alvarez mendapatkan peluang berbahaya, tetapi Courtois mampu melakukan penyelamatan untuk menjaga Real Madrid tetap berada dalam pertandingan. Di sisi lain, Jan Oblak juga harus bekerja ketika Diomande mendapatkan kesempatan memperkecil ketertinggalan. Real Madrid berusaha memainkan bola lebih cepat untuk menembus pertahanan Atletico yang mulai lebih rapat menjaga keunggulan. Keterbatasan jumlah pemain membuat Los Blancos harus bekerja lebih keras untuk menciptakan ruang.
Harapan Real Madrid muncul pada menit ke-89 ketika Rudiger berhasil mencetak gol melalui sundulan. Bek asal Jerman tersebut memanfaatkan kiriman bola Bernardo Silva untuk mengubah kedudukan menjadi 2-1. Gol itu membuat pertandingan kembali menegangkan karena Real Madrid masih memiliki waktu tambahan untuk memburu gol kedua. Pasukan Jose Mourinho meningkatkan tekanan dan mencoba mengirim lebih banyak pemain ke wilayah pertahanan Atletico. Namun, barisan belakang tuan rumah mampu meredam serangan terakhir sehingga skor tidak berubah sampai peluit panjang.
Kemenangan tersebut membawa Atletico Madrid naik ke peringkat kedua klasemen sementara dengan 16 poin. Real Madrid berada satu tingkat di bawahnya dengan 15 poin, sedangkan Barcelona masih memimpin setelah mengumpulkan 21 poin dari tujuh pertandingan. Bagi Atletico, kemenangan dalam derby sekaligus menjaga jarak mereka dengan Barcelona menjadi modal penting untuk melanjutkan persaingan di papan atas. Sementara Real Madrid harus mengevaluasi disiplin permainan setelah kartu merah Huijsen memberikan pengaruh besar terhadap jalannya pertandingan. Upaya comeback melalui gol telat Rudiger pada akhirnya belum cukup untuk menyelamatkan satu poin dari markas rival sekota.






