Banjarmasin, 20 September 2026 – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengungkap perkembangan terbaru proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Hingga Sabtu malam, 19 September 2026, sembilan korban meninggal yang ditemukan dalam operasi SAR telah berhasil diidentifikasi. Tiga korban terbaru diidentifikasi setelah sebelumnya enam jenazah telah dipastikan identitasnya. Dengan perkembangan tersebut, seluruh korban meninggal yang telah ditemukan tim SAR gabungan sejauh ini sudah berhasil diidentifikasi. Tim DVI tetap menyiagakan layanan karena operasi pencarian terhadap penumpang dan kru yang belum ditemukan masih berlangsung. Keluarga yang belum menyerahkan informasi mengenai anggota keluarganya diminta segera melengkapi data antemortem.
Anggota Tim DVI Polda Kalsel dokter Supriadi mengatakan pihaknya telah menerima lebih dari 100 data antemortem dari keluarga korban. Data tersebut dikumpulkan melalui Posko Antemortem di Pelabuhan Trisakti serta sejumlah rumah sakit yang terlibat dalam penanganan korban. Informasi dari keluarga memiliki peran penting apabila dalam operasi pencarian ditemukan korban baru yang membutuhkan proses identifikasi. Tim DVI membutuhkan sebanyak mungkin data pembanding untuk memastikan identitas korban secara akurat. Karena itu, keluarga yang merasa memiliki anggota keluarga dalam manifes tetapi belum memberikan data diminta segera mendatangi posko yang tersedia. Pelayanan pengumpulan data juga tersedia di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data antemortem dan postmortem. Data antemortem merupakan informasi mengenai seseorang sebelum meninggal, seperti ciri fisik, rekam medis, kondisi gigi, dokumen identitas maupun data biologis dari keluarga. Sementara data postmortem diperoleh melalui pemeriksaan terhadap jenazah yang ditemukan. Kedua kelompok data tersebut kemudian dibandingkan untuk mendapatkan kecocokan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan DNA juga dapat digunakan untuk memperkuat proses identifikasi. Setelah identitas dipastikan melalui prosedur DVI, jenazah kemudian dapat diserahkan kepada keluarga untuk proses pemulangan dan pemakaman.
Dukungan proses identifikasi juga dilakukan Tim DVI Polda Jawa Timur melalui posko di kawasan Tanjung Perak, Surabaya. Hingga Jumat, 18 September 2026, posko tersebut telah menerima 76 data antemortem dari keluarga maupun kerabat korban. Tim medis juga telah mengambil 42 sampel DNA menggunakan metode buccal swab atau usap bagian dalam pipi dari keluarga inti. Seluruh data tersebut masuk dalam tahapan rekonsiliasi untuk membantu pencocokan identitas apabila terdapat korban yang ditemukan dalam operasi pencarian berikutnya. Tim DVI menekankan proses dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan ketelitian dan akurasi. Posko tetap dibuka untuk menerima data fisik, rekam medis, sampel biologis dan informasi pendukung lainnya.
Perkembangan identifikasi terbaru berlangsung setelah tim penyelam menemukan tiga jenazah tambahan dari bangkai KM Virgo Transport 8 pada Jumat, 18 September. Ketiga jenazah tersebut dievakuasi dan kemudian dibawa menuju Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan DVI. Penemuan tersebut menambah jumlah korban meninggal dari sebelumnya enam menjadi sembilan orang. Tim DVI kemudian melakukan pemeriksaan untuk mencocokkan data korban dengan informasi yang telah diserahkan keluarga. Pada Sabtu, ketiganya berhasil diidentifikasi sehingga seluruh sembilan jenazah yang ditemukan hingga saat itu telah mempunyai identitas. Perkembangan tersebut memberikan kepastian kepada keluarga di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung.
Berdasarkan pembaruan hingga hari ketujuh operasi SAR pada Sabtu pukul 21.00 WITA, sebanyak 117 orang telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 korban selamat dan sembilan korban meninggal dunia. Sementara itu, 126 orang masih tercatat belum ditemukan berdasarkan total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. Angka tersebut menjadi dasar bagi tim gabungan untuk melanjutkan operasi pencarian di kawasan Laut Jawa. Proses pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri serta berbagai instansi pendukung lainnya. Operasi bawah laut juga dilakukan untuk menjangkau bagian kapal yang telah berada di dasar laut.
Upaya menjangkau bangkai kapal menghadapi kondisi yang tidak mudah. Penyelam harus berhadapan dengan arus laut, jarak pandang yang sangat terbatas serta struktur kapal yang menyulitkan akses menuju bagian dalam. Sekitar 60 penyelam terlibat dalam operasi berskala besar bersama lebih dari 1.100 personel, 17 kapal dan lima pesawat. Arus di lokasi pada awal operasi sempat berada jauh di atas batas aman penyelaman sebelum kemudian berangsur melemah. Penyelam akhirnya dapat mendekati dan memasuki bagian kapal untuk melakukan pencarian. Kondisi ruang kapal yang telah terendam membuat operasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga keselamatan personel.
KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026. Kapal kemudian dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan kehilangan kontak pada 13 September sekitar pukul 02.00 WITA. Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Operasi penyelamatan kemudian dilakukan secara besar-besaran untuk mencari penumpang dan awak kapal. Sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan pada fase awal, sementara pencarian terhadap korban lainnya terus dilakukan. Penemuan korban meninggal berikutnya membuat peran DVI menjadi semakin penting untuk memberikan kepastian identitas kepada keluarga.
Tim DVI memastikan layanan identifikasi akan terus berjalan selama masih dibutuhkan dalam penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8. Keluarga yang belum menyerahkan data diminta tidak menunggu sampai adanya penemuan korban baru karena informasi antemortem dapat disiapkan lebih awal. Data medis, kondisi gigi, tanda khusus pada tubuh, dokumen pribadi hingga sampel DNA keluarga dapat membantu mempercepat pencocokan. Koordinasi antara posko di Banjarmasin, Surabaya dan daerah lain juga terus dilakukan untuk menghimpun informasi sebanyak mungkin. Hingga pembaruan terakhir, sembilan korban meninggal telah berhasil diidentifikasi, sedangkan pencarian terhadap 126 orang lainnya masih menjadi fokus operasi SAR. Proses identifikasi dan pencarian diharapkan terus memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menunggu kabar anggota keluarganya.






