Moskow – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menilai serangan drone yang dilancarkan Ukraina ke wilayah Rusia bertujuan menciptakan kepanikan dan kebingungan di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya intensitas serangan pesawat nirawak yang menargetkan sejumlah wilayah Rusia dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Putin, serangan drone tidak hanya ditujukan untuk merusak infrastruktur atau fasilitas tertentu, tetapi juga memiliki tujuan psikologis, yakni memengaruhi persepsi publik dan menimbulkan rasa tidak aman di kalangan warga Rusia. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sistem pertahanan udara guna menghadapi ancaman tersebut.
Dalam beberapa waktu terakhir, otoritas Rusia melaporkan peningkatan upaya serangan drone yang menargetkan berbagai daerah, termasuk wilayah yang jauh dari garis depan konflik. Sejumlah bandara sempat menghentikan operasional sementara, sementara sistem pertahanan udara Rusia diklaim berhasil mencegat banyak drone yang masuk ke wilayahnya.
Di sisi lain, Ukraina menyatakan bahwa operasi militernya difokuskan pada target yang memiliki kaitan dengan kemampuan militer Rusia. Kyiv berpendapat bahwa serangan terhadap fasilitas strategis merupakan bagian dari upaya mempertahankan diri dalam konflik yang telah berlangsung sejak 2022.
Pernyataan Putin mencerminkan kekhawatiran Moskow terhadap berkembangnya kemampuan serangan jarak jauh Ukraina. Penggunaan drone dalam perang modern semakin meningkat karena dinilai efektif untuk menjangkau target yang sulit diserang dengan metode konvensional.
Meski demikian, kedua pihak terus saling melancarkan serangan di berbagai wilayah, sementara upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik masih menghadapi banyak tantangan. Situasi keamanan di kawasan tetap menjadi perhatian internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas regional maupun global.
Dengan serangan drone yang semakin sering terjadi, pemerintah Rusia berjanji akan meningkatkan langkah-langkah keamanan serta memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur vital dan wilayah sipil guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh konflik yang masih berlangsung.





