Jakarta, 14 Mei 2026 – Mantan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping disebut memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya menjaga jalur pelayaran Selat Hormuz tetap terbuka demi stabilitas perdagangan energi dunia. Pernyataan terkait jalur strategis tersebut langsung menjadi perhatian internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu rute utama distribusi minyak global. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah, harga minyak dunia dilaporkan masih bertahan di kisaran USD 100 per barel, mencerminkan tingginya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi internasional.
Selat Hormuz memiliki posisi sangat penting dalam rantai perdagangan global karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dari negara-negara produsen di kawasan Teluk menuju berbagai negara konsumen besar dunia. Setiap ancaman terhadap keamanan jalur tersebut biasanya langsung berdampak pada lonjakan harga energi internasional. Karena itu, pernyataan yang mendukung keterbukaan jalur pelayaran di kawasan tersebut dipandang sebagai sinyal penting bagi pasar global. Amerika Serikat dan China sendiri memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas distribusi energi karena keduanya termasuk negara dengan kebutuhan energi terbesar di dunia.
Kondisi harga minyak yang bertahan di level tinggi juga dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Pasar energi global selama beberapa waktu terakhir bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, terutama yang berkaitan dengan keamanan jalur distribusi minyak. Ketika muncul risiko gangguan pasokan atau ketidakstabilan kawasan, harga minyak cenderung mengalami kenaikan karena pasar mengantisipasi kemungkinan berkurangnya suplai dunia. Situasi tersebut berdampak langsung terhadap biaya energi, transportasi, dan inflasi di berbagai negara.
Pengamat ekonomi internasional menilai stabilitas Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah pasar energi global dalam jangka pendek. Jika jalur distribusi tetap aman dan terbuka, tekanan terhadap harga minyak berpotensi lebih terkendali. Namun apabila ketegangan meningkat dan mengganggu arus pelayaran, harga minyak dapat kembali melonjak lebih tinggi dan memicu tekanan ekonomi di banyak negara. Karena itu, berbagai negara besar terus memantau perkembangan keamanan di kawasan tersebut dengan sangat serius.
Pernyataan mengenai pentingnya menjaga keterbukaan Selat Hormuz juga menunjukkan bahwa isu energi tetap menjadi kepentingan bersama banyak negara meskipun terdapat rivalitas politik dan ekonomi di tingkat global. Dunia saat ini masih sangat bergantung pada stabilitas pasokan minyak internasional untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan aktivitas industri. Di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus berkembang, perhatian pasar kini tertuju pada langkah-langkah diplomatik dan keamanan yang dilakukan berbagai negara untuk memastikan jalur perdagangan energi global tetap berjalan lancar.







