Jakarta, 7 Juni 2026 – Harapan Indonesia untuk meraih gelar di sektor ganda putra Indonesia Open 2026 harus pupus setelah pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kalah dari wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, pada partai final yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan. Kekalahan tersebut membuat Raymond/Joaquin harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up meskipun tampil impresif sepanjang pekan kompetisi.
Dalam pertandingan final, Goh/Nur tampil lebih dominan dan mampu mengontrol jalannya laga sejak awal. Pasangan Malaysia tersebut memanfaatkan pengalaman mereka di pertandingan besar untuk menekan Raymond/Joaquin yang menjalani final Indonesia Open pertama dalam karier mereka. Meski mendapat dukungan penuh ribuan penonton Istora, pasangan Indonesia kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya.
Sepanjang turnamen, Raymond/Joaquin sebenarnya menunjukkan performa yang luar biasa. Mereka berhasil menembus partai puncak setelah menyingkirkan sejumlah pasangan unggulan, termasuk rekan senegaranya Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani di semifinal. Penampilan tersebut semakin mengukuhkan status mereka sebagai salah satu pasangan muda paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia saat ini.
Bagi Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, gelar Indonesia Open 2026 menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier mereka. Sebelumnya, pasangan Malaysia itu juga pernah mengalahkan Raymond/Joaquin dalam final Indonesia Masters 2026, sehingga kemenangan di Istora mempertegas dominasi mereka dalam rivalitas kedua pasangan sepanjang musim ini.
Meskipun gagal menjadi juara, pencapaian Raymond/Joaquin tetap layak diapresiasi. Menembus final turnamen Super 1000 di hadapan publik sendiri merupakan prestasi besar bagi pasangan yang masih berada pada fase awal karier internasional mereka. Hasil ini juga menjadi sinyal positif bagi regenerasi ganda putra Indonesia yang terus melahirkan pasangan-pasangan muda potensial untuk bersaing di level dunia pada masa mendatang.








