Jakarta, 10 Mei 2026 – World Health Organization atau WHO mengeluarkan peringatan kepada sejumlah negara terkait potensi penyebaran hantavirus yang mulai mendapat perhatian dunia kesehatan internasional. Organisasi tersebut meminta negara-negara terkait meningkatkan pengawasan kesehatan dan kewaspadaan masyarakat terhadap penularan virus tersebut.
Hantavirus merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Penularan dapat terjadi ketika manusia menghirup partikel dari urine, air liur, atau kotoran hewan yang terinfeksi. Dalam beberapa kasus, virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius dan komplikasi kesehatan berbahaya.
WHO menyebut peringatan diberikan kepada 12 negara yang dinilai memiliki risiko peningkatan kasus akibat faktor lingkungan, perubahan iklim, hingga meningkatnya interaksi manusia dengan habitat hewan pengerat. Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan belum ada indikasi wabah global seperti pandemi COVID-19.
Sejumlah negara mulai meningkatkan pemantauan kasus dan memperkuat sistem deteksi dini di fasilitas kesehatan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area yang rawan menjadi tempat berkembang biaknya tikus dan hewan pengerat.
Gejala hantavirus umumnya diawali demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi penyakit serius apabila tidak segera ditangani secara medis.
Pengamat kesehatan masyarakat menilai perubahan cuaca dan kerusakan lingkungan dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan ke manusia. Karena itu, edukasi masyarakat dan pengendalian lingkungan dinilai sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit.
WHO meminta seluruh negara meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi penyebaran hantavirus. Organisasi tersebut juga menekankan pentingnya pelaporan cepat dan transparansi data kesehatan guna mencegah risiko penyebaran yang lebih luas di masa mendatang.








